Cara Mencari Produk yang Tepat untuk Dijual

Cara Mencari Produk yang Tepat untuk Dijual dalam 3 Langkah Praktis


mencari-produk-untuk-dijual

Artikel ini ditulis oleh Darmawan dari PanduanIM, blog yang membahas seputar strategi pemasaran dan bisnis online.
Ini adalah langkah paling awal dalam memulai usaha. Tapi anehnya dalam tahap inilah sebagian besar orang yang ingin berbisnis jadi buntu dan kemudian memutuskan untuk batal. Artinya, belum mulai tapi sudah gagal.
Menentukan produk memang tidak sesederhana itu, ada 3 hal yang harus anda pertimbangkan:
  1. Produk apa yang ingin dijual
  2. Apakah produk tersebut bisa terjual
  3. Dimana mencari supplier-nya
Padahal nantinya ketika produk sudah ditentukan, anda akan menyadari bahwa memulai bisnis itu tidak sesulit kata orang. Asalkan sudah ada barang (atau jasa/layanan) yang akan dijual.
Jadi sebetulnya inilah langkah paling penting dalam memulai bisnis.
Melalui artikel ini, anda akan mempelajari bagaimana menentukan produk yang terbaik bagi anda, profitable untuk dijual, serta langkah-langkah untuk mendapatkan produk tersebut. Dalam 5 menit ke depan anda akan siap memulai usaha sendiri.

Ciri-ciri produk yang tepat untuk pemula

Saya rasa orang yang membaca artikel ini pastinya pemula dalam berbisnis, alias belum punya pengalaman sama sekali. Dengan asumsi tersebut, mari kita bahas dulu ciri-ciri produk yang tepat untuk pemula.
Ini karena tidak semua jenis produk mampu dijual oleh semua kalangan.
Yang lebih penting lagi, bahkan produk yang sepertinya sederhana pun bisa jadi justru membuat repot. Maka dari itu, pastikan anda menggunakan pedoman ini ketika memilih produk.
Berikut ciri-cirinya:
  1. Ukurannya tidak terlalu besar dan beratnya di bawah 3 kg. Dengan begitu, anda tidak perlu repot melakukan penyimpanan dan pengiriman. Produk digital termasuk dalam kategori yang bagus untuk pemula.
  2. Harganya antara Rp 70 ribu hingga Rp 3 juta. Harga yang terlalu rendah akan menyulitkan, karena anda perlu menjual banyak untuk mendapatkan keuntungan tinggi. Sedangkan produk harga tinggi akan membutuhkan orang yang berpengalaman.
  3. Spesifik untuk kalangan tertentu. Misalnya kalau anda menjual makanan, tentukan target pasar tertentu misalnya anak kuliahan atau pekerja kantoran, dll. Dengan demikian, penjualan nantinya akan jadi lebih efektif.
  4. Tidak dijual di mini-market dan swalayan. Orang lain tidak akan membeli dari anda apabila mereka bisa menemukan produk tersebut di tempat yang lebih terpercaya seperti swalayan.
  5. Bukan produk KW. Kalau anda ingin jadi penjual kecil-kecilan, menjual produk KW atau tiruan mungkin tidak masalah. Tapi kalau anda bercita-cita lebih tinggi, sebaiknya dihindari. Dalam jangka panjang akan menyusahkan diri sendiri.
Satu tambahan lagi, kalau anda ingin berjualan online sebaiknya produknya bukan pecah belah. Karena selain sulit untuk dikirim, anda akan repot berhadapan dengan komplain pembeli apabila terjadi kerusakan dalam pengiriman.
Tapi semua pedoman di atas hanya untuk pemula. Untuk anda sudah berpengalaman, silahkan diabaikan.
Setelah memahami ciri-ciri produk yang bagus, mari kita tentukan produk apa yang tepat untuk anda.

Langkah-langkah mencari produk untuk dijual

Berbicara tentang mencari produk, ada 2 hal yang biasanya terpikir. Pertama, mencari produk yang tepat bagi anda. Kedua, mencari supplier untuk produk tersebut.
Tapi ternyata ada 1 tahapan lagi yang sering terlupakan. Yaitu melakukan analisa apakah produk tersebut akan mampu terjual atau tidak, apakah ada yang akan membeli produk tersebut atau tidak.
Ini tidak masalah kalau anda menjual produk yang sudah pasti peminatnya, misalnya laptop, HP, dan sejenisnya. Sedangkan untuk anda yang menjual produk baru yang berbeda dari apa yang sudah ada, tahap ini wajib.
Saya pribadi sangat sering mendapatkan email pertanyaan seperti ini: “Bagaimana caranya supaya produk saya laris terjual? Saya sudah melakukan berbagai cara, tapi penjualan masih sepi.”
Padahal ternyata produk yang dijual tidak menarik.
Kalau produk yang dijual salah, usaha apapun yang anda lakukan untuk meningkatkan penjualan akan gagal. Maka dari itu, lebih baik kita kritis di awal daripada sudah terlanjur jalan tapi akhirnya gulung tikar. Dalam prakteknya, banyak yang seperti itu.
Karena itu, ikuti panduan berikut ini langkah-demi-langkah.

Langkah 1 – Mendapatkan ide produk

Biasanya ada 2 tipe orang:
  1. Orang yang langsung tahu apa yang ingin mereka jual
  2. Orang yang tidak tahu apa yang dijual, meskipun sudah berpikir keras
Tipe pertama biasanya karena mereka menjual produk yang sesuai dengan passion-nya. Misalnya orang yang hobi fotografi menjual kamera dan aksesorisnya, atau yang antusias dengan fashion menjual pakaian.
Tipe kedua, karena mereka tidak punya passion. Atau karena hobinya tidak punya nilai jual.
Memang passion dan hobi itu solusi yang paling praktis dalam berbisnis. Meskipun begitu, saya paham bahwa tidak semua orang punya passion yang bisa dijual.
Karena itu, untuk menentukan produk silahkan ambil selembar kertas dan pulpen. Kemudian jawab pertanyaan-pertanyaan ini:
  1. Apa permasalahan terbesar yang anda atau orang di sekitar anda alami saat ini? Adakah produk yang bisa menjadi solusinya?
  2. Apa passion dari orang-orang di sekitar anda yang membuat anda kagum?
  3. Pelatihan apa yang pernah anda ikuti sewaktu sekolah, kuliah, atau setelah lulus?
  4. Apakah ada di antara teman-teman anda yang juga sedang berwirausaha? Apakah modelnya bisa ditiru?
  5. Apa tren yang sedang naik daun di lingkungan sekitar anda atau di luar negeri?
  6. Apa yang sering dibeli dari luar kota atau luar negeri oleh orang-orang di sekitar anda?
  7. Apa keahlian, kebiasaan, barang milik anda yang sering membuat kagum orang lain?
Saya tidak akan bisa menyediakan jawaban instan untuk anda. Andalah yang harus menemukan jawabannya sendiri, ketujuh pertanyaan ini hanya sebagai pancingan.
Ini karena pada akhirnya anda harus antusias dengan produk yang anda jual. Meskipun bukan merupakan passion, tapi orang yang sukses berjualan pasti antusias dengan produk mereka sendiri.
Jangan melanjutkan ke tahap kedua kalau anda belum menjawab ketujuh pertanyaan di atas.
Kalau sudah, silahkan lanjutkan.

Langkah 2 – Mengevaluasi kelayakan produk

Anda pasti pernah secara tidak sengaja melihat orang yang menjual produk yang tidak biasa, kemudian berpikir: “memangnya ada yang mau beli, ya?”
Produk-produk yang seperti itu memang akhirnya jadi gagal total atau justru jadi booming. Dari sudut pandang orang ketiga, kita mungkin melihat idenya aneh. Tapi sebagai manusia, kita cenderung suka menganggap ide yang kita miliki itu bagus…meskipun mungkin pada kenyataannya tidak demikian.
Inilah yang terjadi ketika anda menentukan produk.
Kita, sebagai orang yang punya ide, tidak merasa aneh dengan ide kita. Padahal dari sudut pandang orang lain sebetulnya jenis produk yang anda jual itu aneh. Ini terjadi karena si pemilik ide jatuh cinta dengan idenya, sehingga jadi buta dengan pendapat orang lain.
Kalau anda tidak berhati-hati, ini bisa jadi penyebab kegagalan berbisnis.
Lebih baik kita sadar di awal apabila produk tersebut tidak layak dijual daripada sudah terlanjur jalan. Akan buang-buang waktu dan biaya.
Ada 3 cara untuk melakukan evaluasi.
Pertama, dengan bertanya langsung dengan kenalan anda.
Cari beberapa orang dari keluarga dan teman dekat anda yang kira-kira akan tertarik dengan ide produk anda. Tanyakan apakah mereka mau mengeluarkan uang untuk membeli produk tersebut.
Ingat, jangan tanyakan apakah ada yang mau beli. Tanyakan apakah mereka mau beli.
Yang lebih mudah lagi, post ke Facebook atau Twitter.
Itu cara pertama. Ada 1 langkah tambahan yang harus dilakukan apabila anda ingin menjual produk tersebut secara online:
Cara kedua, lihat di toko-toko online.
Buka beberapa situs pasar online seperti OLX, Tokopedia, Berniaga, BukaLapak, dan lain-lain. Atau bisa juga dengan Google. Kemudian lakukan pencarian untuk jenis produk yang ingin anda jual.
Apakah ada yang berhasil menjual produk tersebut secara online?
Kalau tidak, maka anda harus berhati-hati. Bisa jadi jenis produk tersebut memang tidak mampu terjual secara online karena alasan tertentu.
Contohnya produk keripik atau makanan kering lainnya. Ketika dijual secara offline akan laku keras, tapi ketika dijual online tidak ada yang beli.
Ketiga, dengan melihat tren pasarnya.
Tidak semua produk yang laku terjual hari ini bisa tetap laku tahun depan, bulan depan, atau minggu depan. Kalau anda ingin membangun bisnis untuk jangka panjang, maka anda harus memilih produk yang akan tetap populer dalam jangka panjang.
Meskipun kedengarannya menyeramkan, tapi tahap ketiga ini sangat mudah.
Caranya, buka Google Trends kemudian masukkan jenis produk yang ingin anda jual. Lihat grafik trennya.
Contoh grafik tren yang bagus seperti ini:
grafik tren pasar baik
Grafiknya naik terus seiring waktu. Meskipun perlahan tapi kita bisa melihat bahwa orang-orang semakin tertarik dengan produk ini.
Sebaliknya, ini contoh tren yang buruk:
grafik tren pasar buruk
Lihat bagaimana tren produk ini naik dalam waktu singkat. Biasanya dipengaruhi oleh media dan artis. Tapi kemudian karena trennya habis maka popularitasnya anjlok.

Langkah 3 – Mencari supplier untuk produk tersebut

Tergantung produk yang ingin dijual, anda bisa jadi butuh supplier barang jadi atau bahan baku. Kalau yang kedua, anda juga mungkin akan membutuhkan manufaktur untuk mengolah bahan baku menjadi bahan jadi. Tergantung, tapi cara mencarinya tidak jauh berbeda.
Sama seperti langkah pertama, saya tidak bisa memberikan arahan yang 100% jelas karena tergantung dari produk, lokasi, harga, dan kualitas yang anda inginkan.
Inilah beberapa cara untuk mencari supplier produk anda.
Pertama, search di Google.
Buka Google kemudian gunakan kata kunci berikut:
  • Supplier [jenis produk]
  • Dropship [jenis produk]
  • Distributor [jenis produk]
  • Grosir [jenis produk]
  • Produsen [jenis produk]
Contohnya: grosir kaos polos.
Yang perlu diingat, anda harus berhati-hati memilih supplier secara online. Pastikan anda sendiri sudah mencoba produknya untuk memastikan kualitasnya.
Supplier-supplier terbaik belum tentu muncul di halaman pertama. Kunjungi sampai halaman 5-10 untuk memastikan bahwa anda menemukan supplier terbaik.
Kedua, cari di sekitar tempat tinggal anda.
Sebetulnya, cara tradisional ini jauh lebih baik daripada mencari secara online. Alasannya karena sebagian besar supplier tidak/belum menggunakan internet untuk menjual produk.
Luangkan waktu sehari atau dua hari untuk berkeliling kota. Kalau anda belum pernah melakukan ini, anda bakal kaget melihat banyaknya jumlah supplier produk di kota anda sendiri.
Untuk efisiensi, tanya ke kenalan anda lokasi-lokasi supplier terdekat.
Ketiga, browsing di pasar online.
Selain Google, cara terbaik untuk mencari supplier adalah dengan mengunjungi pasar online seperti OLX, Tokopedia, dan lain-lain.
Sama seperti para penjual, supplier pada umumnya juga menggunakan media seperti ini untuk menjangkau para penjual.
Selain marketplace yang sudah disebutkan, ada juga website yang menyediakan produk-produk untuk dijual.
Keempat, import dari China.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa di China biaya produksi produk jauh lebih murah daripada di Indonesia. Maka dari itulah banyak penjual di Indonesia yang mendatangkan produk langsung dari China.
Bahkan para supplier pun banyak yang meng-import dari China.
Salah satu situs terbesar untuk mendapatkan supplier produk adalah Alibaba. Fungsi dari website ini memang sebagai marketplace bagi para supplier ke distributor.
Import barang dari China juga tidak sesulit kata orang. Asalkan produk yang anda jual sesuai dengan ciri-ciri di atas tadi, mestinya tidak akan ada masalah.
Selain keempat langkah di atas, ada satu alternatif lagi yaitu membuat produk digital. Bisa dalam bentuk produk informasi seperti ebook, video tutorial, dan artikel panduan. Atau bisa juga dalam bentuk software/apps. Untuk belajar membuat produk digital sendiri, silahkan ikuti panduan bisnis online ini.

Langkah 4 – Saatnya mulai berjualan!

Selamat, langkah tersulit dalam memulai bisnis sudah anda lewati. Sekarang saatnya mulai berjualan.
Tergantung jenis produknya, kemungkinan cara termudah bagi pemula untuk mulai berjualan adalah melalui internet. Dengan memanfaatkan media online, anda tidak perlu membuka toko fisik sehingga biaya awalnya bisa ditekan.
Selain itu, membuat website untuk berjualan bukan berarti anda tidak bisa digunakan untuk menjual secara offline. Justru website anda bisa dimanfaatkan meningkatkan jangkauan penjualan.
Sumber : Startupbisnis

1 comment:

  1. memang dengan melakukan riset kita akan mengetahui seberapa besar potensi pasar yang bisa masuki. yang diinginkan tentu permintaan besar namun tingkat persaingan kecil, namun lagi - lagi yang menentukan adalah kualitas produk yang kita jual. sehingga mempunyai nilai tambah daripada yang dijual di tempat lain.

    ReplyDelete

Silahkan isi komentar dengan baik dan sopan

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com